Mengetahui Jenis-Jenis Permasalahan Pada Cat Tembok

Pernahkah anda mengalami masalah pada cat dinding rumah Anda? Seperti mengelupas, warna cat yang tidak sama (belang), pengapuran, hingga cat yang menggelembung? Jika iya, maka mau tidak mau Anda pastinya harus melakukan perbaikan dan pengecatan ulang agar tampilan rumah menjadi indah kembali.

Permasalahan pada cat tembok memang tidak mengganggu bangunan secara struktural. Tetapi menimbulkan rasa risih dan tidak nyaman, serta mengurangi keindahan pada tampilan rumah. Mungkin Anda sesegera mungkin ingin memperbaikinya dengan mengecat dinding dengan cat yang baru.
Tapi tahukah Anda, banyak penyebab kerusakan pada cat dinding tembok. Untuk itu sebaiknya Anda tahu jenis-jenis kerusakan dan penyebabnya, agar kerusakan yang sama dapat dihindari, sekaligus mengurangi resiko permasalahan yang baru. Karena seperti halnya berangkat ke medan perang, lebih baik kita mengetahui kelemahan lawan sebelum menyusun kekuatan dan strategi untuk berperang. Anggap saja cat tembok yang bermasalah itu adalah lawan Anda yang harus Anda ketahui kelemahannya, 😀

Nah, pada artikel ini kita akan membahas mengenai jenis-jenis dan penyebab terjadinya permasalahan cat yang biasa terjadi pada dinding rumah. Apa saja penyebab permasalahan itu? Simak penjelasan berikut.

1. Cat mengelupas.(Flaking/Cracking)
Pengelupasan cat yang terjadi pada tembok dapat disebabkan 2 hal, yaitu oleh kebersihan tembok yang akan dicat, dan penggunaan acian yang kurang berkualitas. Flaking pada cat tembok ditandai dengan mengelupasnya lapisan cat saja, tidak menunjukkan pengaruh pada acian, hal ini disebabkan karena terdapat kandungan minyak pada tembok sehingga cat tidak menempel dengan sempurna. Berbeda dengan cracking yang dapat dilihat dengan pengelupasan cat, disertai dengan lapisan acian yang ikut terkelupas juga.

Cara memperbaiki masalah pada kasus ini adalah dengan melakukan pengelupasan cat menggunakan ampelas pada cat tembok yang bermasalah sampai habis, kemudian membersihkan bagian dinding sampai bersih dari minyak, debu, dan kotoran-kotoran lain yang dapat menyebabkan cat tidak menempel dengan baik pada tembok. Khusus pada tembok yang mengalami cracking, proses pengacian ulang wajib dilakukan (menggantikan acian lama yang rusak), setelah itu, barulahmelakukan pengecatan ulang pada tembok.

2. Cat menggelembung (Blistering)

Penyebab terjadinya penggelembungan pada cat disebabkan karena proses pengecatan yang salah, acian yang belum kering sempurna, dan proses pengecatan ulang cat yang terlalu cepat.

Cara mengatasi masalah pada cat tembok yang mengalami penggelembungan adalah dengan menghilangkan cat lama yang sudah rusak, serta melakukan pengampelasan pada acian tembok yang mengalami masalah tersebut, setelah bersih dan kering dilanjutkan dengan melakukan pengecatan ulang.

3. Pengapuran (Chalking)

Pengapuran yang terjadi pada cat tembok disebabkan karena cat yang tidak memiliki ketahanan terhadap sinar matahari. Kesalahan dalam penggunaan cat juga dapat menjadi penyebab pengapuran, misalnya penggunaan cat interior untuk eksterior.

Cara mengatasi masalah cat tembok yang mengalami proses pengapuran tersebut yaitu dengan terlebih dahulu menganalisa letak cat yang bermasalah, pada bagian eksterior atau interior. Jika permasalahan yang terjadi pada eksterior dapat diatasi dengan mengganti cat dengan produk cat khusus eksterior dengan terlebih dahulu menghilangkan cat yang bermasalah terlebih dahulu tentunya. Sedangkan jika terjadi pada cat interior, maka dilakukan dengan menghilangkan lapisan cat, dan menggunakan alkali killer pada tembok, setelah kering, barulah dilakukan pengecatan ulang.

4. Penyabunan (Saponification)

Cat yang menggumpal dan melunak pada tembok disebut dengan penyabunan/saponification. Hal tersebut terjadi karena nilai alkalinitas pada tembok tinggi. Sehingga ketika dilakukan pengecatan, akan menimbulkan reaksi dengan cat yang menyebabkan cat tidak bisa memberikan hasil maksimal.

Langkah mengatasi masalah penyabunan ini yaitu : hilangkan cat lama dengan cara melakukan pengelupasan menggunakan kapi, kemudian bersihkan tembok yang bermasalah sampai terbebas dari debu, langkah berikutnya adalah melapisi tembok yang akan dicat menggunakan alkali killer agar ph tembok menjadi normal, langkah terakhir barulah Anda bisa melakukan pengecatan ulang setelah tembok kering.

5. Pengkristalan (Efflorescence)

efflorescence

 Seperti halnya dengan masalah penyabunan/saponification, penyebab terjadinya efflorescence adalah karena adanya kandungan alkali pada dinding/tembok. Kandungan alkali akan membentuk garam dan terbawa pada permukaan cat tembok, dan proses ini akan menjadi lebih cepat apabila kondisi lingkungan/tembok lembab.

Cara mengatasi masalah pengkristalan ini sama dengan mengatasi masalah saponification.

6. Cat membercak air (Water spot)

Waterspot atau timbulnya bercak basah pada cat disebabkan oleh adanya rembesan air pada dinding/tembok, rembesan air tersebut dapat disebabkan oleh kebocoran saluran air yang ditanam di dalam tembok, kebocoran talang air, serta rembesan air dari bagian luar/sisi tembok lain, dan terjadinya waterspot dapat memicu munculnya jamur pada tembok.

Cara memperbaiki cat tembok yang mengalami waterspot adalah dengan cara menghilangkan lapisan cat yang lama, setelah itu melapisi tembok yang mengalami kontak dengan air dengan waterproofing (pelapis anti bocor), dan melakukan pengecatan ulang setelah lapisan kering.

7. Cat membekas kuas (Roller marks/brush marks)

Cat yang diaplikasikan ke tembok dapat membentuk bekas dari kuas yang diaplikasikan, hal ini disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya; kuas cat yang berkualitas rendah, kualitas cat yang rendah, serta teknik menggunakan kuas yang salah. Tidak hanya itu saja, faktor pengenceran cat juga dapat menjadi pengaruh terjadinya roller marks/brush marks.

Cara mengatasi cat tembok yang mengalami roller marks adalah dengan melakukan penghalusan tembok dengan menggunakan ampelas, kemudian melakukan pengecatan ulang dengan memperhatikan perbandingan campuran cat, sesuai spesifikasi yang direkomendasikan. Hal lain yang harus diperhatikan adalah kondisi kuas yang digunakan, kuas dengan kondisi tidak baik dapat menyebabkan munculnya masalah yang sama.

Anda dapat memperoleh alkali killer di toko/supermarket bahan bangunan terdekat di sekitar tempat Anda. Beberapa brand ternama seperti Jotun, Nippon, Mowilex, dan beberapa brand lokal lainnya telah menyediakan produk alkali killer.

 Demikianlah jenis-jenis permasalahan yang umum terjadi pada cat tembok, gunakan cat yang sesuai dan berkualitas serta perhatikan proses pengecatan sesuai yang direkomendasikan agar cat dapat bekerja dengan maksimal.Dapatkan produk cat dan alkali killer dengan kualitas terbaik dari berbagai merek hanya di AJBS Home Centre.

AJBS Home Centre bisa Anda kunjungi di Kota Surabaya, Semarang, Gresik, dan Sidoarjo.

Mengenal Material Kunci Mekanik (Tools)


Tools atau mungkin kita mengenalnya sebagai "kunci mekanik", merupakan peralatan teknik yang memudahkan tugas kita untuk pekerjaan sehari-hari. Mulai dari mengencangkan baut, menggergaji kayu, memasang paku, hingga pekerjaan lain yang bersifat mekanis.

Pada produk tools, sering kita jumpai pula kode-kode selain keterangan spesifikasi yang tertulis pada bagian produk, kode tersebut merupakan kode material logam yang digunakan sebagai penyusun (bahan) dari produk tools.

Seperti apakah jenis-jenis material (bahan) yang umum digunakan pada produk tools tersebut? Berikut penjelasannya.

  1. Chrome Vanadium. (CrV)
    Chrome Vanadium (CrV) merupakan jenis material yang paling banyak kita temui pada produk tools, terutama pada produk-produk wrench (kunci mekanikal), dan sock (kunci sok). Penggunaan bahan Chrome Vanadium dikhususkan untuk perkakas yang digunakan dalam proses pengencangan.Keunggulan dari penggunaan material ini adalah pada segi kekuatan yang dihasilkan serta ketahanannya terhadap karat, sehingga material Chrome Vanadium hampir digunakan pada semua produk tools. Chrome Vanadium tersebut merupakan kombinasi dari material logam jenis Chrome & Vanadium yang disatukan dengan perbandingan tertentu. Chrome memberikan tampilan mengkilap pada produk tools, sementara Vanadium memberikan kekuatan. Vanadium sendiri juga dikenal sebagai material yang tahan karat.
  2. Molybdenum materials. (Mo)

    Molybdenum materials memiliki karakter yang berbeda dengan Chrome Vanadium, material ini memiliki warna utama abu-abu kehitaman. Selain itu, kelebihan dari material molybdenum yaitu jauh lebih kuat daripada Chrome Vanadium, sehingga banyak diaplikasikan pada bahan produk yang menggunakan gaya impact / pukulan pada penggunaannya, seperti kunci sock impact dan kunci roda truk.

  3. S2 Materials.


    Material jenis S2, banyak digunakan pada produk kunci L (hex keys). Keunggulan yang dimiliki pada material ini adalah adanya elastisitas pada struktur material logamnya, sehingga membuat produk dengan material S2 lebih kuat dan lentur.

    S2 materials merupakan pengembangan dari material Chrome Vanadium yang dihilangkan kadar karbonnya, sehingga memiliki karakteristik baru yang bersifat fleksibel / lentur. Namun perlu dipahami bahwa sifat lentur ini sama sekali tidak mengurangi kekuatan tools, jadi jangan khawatir jika kunci L Anda melentur saat digunakan, itu adalah hal yang wajar.

  4. Alloy steel.
    Alloy steel, atau biasa disebut dengan besi cor (cast iron), atau besi tempa. Jenis material ini dibuat dari kerak sisa proses peleburan logam besi yang dilebur ulang dan dicetak menyesuaikan pada bentuk produk yang akan dibuat. Keunggulan dari material Alloy steel adalah pada ketahanan kekuatannya, dimana produk dengan Alloy steel ini tidak bisa mengalami kebengkokan, namun bisa patah apabila terkena pukulan (impact).

Yang perlu dipahami adalah, tidak ada standar perpaduan komposisi bahan pada tiap merek. Hal ini mengakibatkan kekuatan yang dihasilkan pada setiap brand / merek berbeda-beda. Sama-sama terbuat dari Chrome Vanadium, tools branded dengan tools yang kita beli di pedagang asongan kekuatannya bisa saja berbeda. Mungkin saja tools yang dijual murah di pedagang asongan kandungan Chrome-nya lebih tinggi dibandingkan Vanadium demi memberikan efek mengkilap walaupun mengorbankan kekuatan.

Semoga artikel ini memberikan manfaat dan pengetahuan baru bagi Anda.

Dapatkan produk tools berkualitas hanya di AJBS Home Centre.

AJBS Home Centre bisa Anda kunjungi di Kota Surabaya, Semarang, Gresik, dan Sidoarjo.

Return to top
Kunci Inggris, Benarkah Berasal Dari Inggris?

Mengapa disebut kunci inggris? Apakah karena ditemukan orang inggris? Lantas apakah orang-orang bule sana juga menyebut kunci inggris ini dengan “English Key”? Jangan-jangan cuma orang Indonesia yang menyebut kunci pas yang bisa diatur lebarnya ini dengan sebutan kunci inggris?


Pertanyaan ini tiba-tiba menggelitik benak saya di suatu siang. Daripada penasaran, saya pun mencoba mencari jawabannya via (apalagi kalau bukan) Google. Dan ternyata memang benar, kunci inggris memang disebut sebagai “English Key” di beberapa negara.


Kunci inggris di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah seperti Perancis, Spanyol, Turki, Jerman, Portugal, Suriah, Libanon, dll memang dikenal sebagai “English Key”, karena memang kunci inggris ini ditemukan oleh seorang insinyur asal Inggris bernama Richard Clyburn pada tahun 1842. Pada awal penemuannya, bentuk kunci inggris tidak seperti yang kita kenal sekarang. Lebih mirip kunci pipa menurut saya.

Adalah Johan Petter Johansson, seorang penemu asal Swedia yang mempatenkan temuannya pada 1891. Hasil patennya inilah yang kita kenal sebagai kunci inggris dengan bentuk yang kita kenal sekarang. Tidak heran jika di Denmark yang notabene adalah negara tetangga Swedia, juga Polandia dan Israel, kunci inggris ini tidak disebut sebagai kunci inggris, melainkan “Swedish Key”.

Justru di Inggris, kunci inggris tidak disebut sebagai english key, melainkan adjustable spanner. Di Amerika Serikat, masyarakat sana mengenal kunci perkakas ini sebagai adjustable wrench. Di beberapa negara malah menamainya sesuai nama produsen. Seperti BAHCO di beberapa negara di Benua Eropa. Nama BAHCO berasal dari perusahaan yang dimiliki Johan Petter Johansson yaitu B.A. (Bernt August) Hjort & Company. Penamaan berdasarkan merk ini juga terjadi di Amerika Serikat dan Kanada. Dimana mereka menyebut kunci inggris sebagai "Crescent Wrench". Crescent sendiri adalah produsen kunci perkakas yang terkenal dengan produk kunci inggrisnya.

Rupanya penamaan barang berdasarkan merek tidak hanya terjadi di Indonesia saja

Bagaimana menurut Anda?

Temukan produk kunci inggris dengan fitur yang menarik serta terbuat dari bahan yang berkualitas hanya di AJBS Home Centre.

Return to top
Pompa Air Untuk Kuras Sawah

Penggunaan pompa air selain digunakan untuk kebutuhan pribadi juga banyak digunakan sebagai alat penunjang dalam kegiatan lain seperti industri, pertanian, maupun jasa. Pada bidang pertanian, pompa air digunakan untuk mengalirkan air di sawah-sawah. Di bidang jasa dapat kita lihat dari adanya jasa isi ulang air minum yang kian banyak, jasa kuras sumur dan kolam air, untuk pengelolaan kolam ikan, hingga jasa kuras pada septic tank yang selalu ada pada setiap daerah.

Berdasarkan sumber energinya, jenis-jenis pompa air dibedakan menjadi dua, yaitu pompa air yang digerakkan oleh energi listrik, dan pompa air yang digerakkan dengan menggunakan bahan bakar (gasoline). Penggunaan pompa air dengan bahan bakar banyak digunakan pada daerah-daerah yang jarang dialiri oleh listrik, atau dalam kasus tersebut kapasitas daya listrik yang dimiliki pada rumah tersebut tidak mencukupi dari daya pompa air yang dibutuhkan oleh alat tersebut.

Pada artikel ini kita akan membahas pompa air yang menggunakan bahan bakar minyak sebagai energi penggeraknya, jenis umum pompa air yang menggunakan bahan bakar ini adalah pompa kuras sawah / engine waterpump. Karena tidak menggunakan daya listrik, pompa air jenis ini memiliki keunggulan utama yaitu bersifat portable, dimana dapat digunakan pada berbagai area, menyesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

Prinsip kerja dari pompa kuras sawah, yaitu dengan memanfaatkan bahan bakar untuk menggerakan mesin / engine pada unit pompa air tersebut, sehingga turbin (impeller) pada pompa secara otomatis ikut bergerak sesuai dengan kecepatan mesin / engine.

Dengan adanya engine inilah, membuat power / kekuatan gerak yang dimiliki oleh pompa kuras sawah menjadi besar, ini dapat kita lihat dari spesifikasi yang tercantum pompa kuras sawah dalam satuan hp (horse power).

Selain itu, keunggulan lain yang dimiliki oleh pompa kuras sawah yaitu pada kemampuannya dalam mengalirkan “debit” air, pompa kuras sawah jauh lebih unggul ketika digunakan untuk mengalirkan air dalam jumlah yang besar dibandingkan dengan menggunakan pompa air listrik. Namun pada tekanan air yang dihasilkan oleh pompa kuras sawah tidak sebesar tekanan air yang dihasilkan oleh pompa air listrik.

Aplikasi pompa kuras sawah banyak digunakan pada berbagai hal. Seperti untuk mengalirkan air dari mobil tangki ke tandon penyimpanan air minum (pada usaha isi ulang air minum), untuk sirkulasi oksigen air pada budidaya ikan di tambak, untuk irigasi sawah, dan masih banyak lagi.


Demikian artikel mengenai pompa kuras sawah, semoga dapat menambah wawasan anda pada jenis-jenis pompa air.

Dapatkan produk pompa kuras sawah berkualitas dari merek-merek terbaik, serta bergaransi hanya di AJBS Home Centre.

AJBS Home Centre bisa Anda temukan di Kota Surabaya, Semarang, Gresik, dan Sidoarjo.

Return to top
Ban Diisi Nitrogen Banyak Manfaatnya!

"Apakah Anda sudah menggunakan Nitrogen untuk mengisi ban kendaraan Anda?"

"Apakah saya harus mengganti isi ban kendaraan saya dengan Nitrogen?"
Pertanyaan tersebut pasti muncul ketika Anda menjumpai depo pengisian Nitrogen saat sedang berada di SPBU, ya pastinya!. Memang tidak bisa dipungkiri, sekarang ini pengguna gas Nitrogen sebagai pengisi ban memang sudah sangat banyak,  pengguna gas tersebut tidak hanya berasal dari kendaraan roda 4 saja, melainkan juga berasal dari pengguna kendaraan roda 2. hal ini dapat dilihat dari tutup ban kendaraan tersebut yang berwarna hijau muda, menandakan bahwa ban tersebut telah menggunakan gas Nitrogen.
Di Indonesia sendiri (khususnya P. Jawa), penggunaan gas Nitrogen awalnya mulai digunakan secara umum sejak tahun 2002. Pada saat itu penyedia layanan pengisian gas ini bisa kita jumpai pada bengkel-bengkel servis mobil, namun tidak semua bengkel menyediakan, hanya bengkel-bengkel tertentu saja.
Penggunaan gas Nitrogen pada ban kendaraan memang memiliki keunggulan tersendiri daripada menggunakan angin biasa, kelebihan tersebut antara lain yaitu:
  1. Gas Nitrogen tidak bersifat lembab. Hal ini disebabkan karena sifat Nitrogen yang tidak dapat menimbulkan embun atau titik air ketika berada di dalam ban, atau ketika terjadi perbedaan suhu di sekitar lingkungan. Kelebihan dari sifat Nitrogen ini tentunya membuat velg kendaraan menjadi lebih awet, karena tidak beresiko menimbulkan karat pada bagian dalam velg yang bersentuhan langsung dengan ban.
  2. Gas Nitrogen memberikan tekanan ban yang stabil. Keunggulan ini karena molekul gas Nitrogen lebih besar, sehingga tidak mudah menyusut ketika berada di dalam ban. Dari uji yang dilakukan CR (consumer report) – Amerika, gas Nitrogen hanya mengalami penyusutan 1.3 PSI per-hari, berbeda dengan angin biasa yang mengalami penyusutan 3.3 PSI per-hari. Penyusutan ini terjadi karena pada angin biasa terdapat gas Oksigen yang memiliki molekul lebih kecil, molekul oksigen ini akan mudah menyusut keluar, atau bahkan mengembang ketika teradi perbedaan suhu yang dialami pada ban.


    Kelebihan lain dari molekul gas Nitrogen yang lebih besar, yaitu menghasilkan sifat yang lebih kenyal ketika berada di dalam ban. Ban kendaraan akan terjaga kelenturannya dan grip pada ban dapat bekerja dengan optimal ketika ban digunakan.Dari penjelasan diatas, penggunaan gas Nitrogen memberikan kelebihan banyak pada ban kendaraan. Ban mampu bekerja secara optimal karena tekanan ban stabil dan yang paling penting adalah resiko ban mengalami pecah saat digunakan akan kecil karena suhu dan tekanan ban akan tetap stabil.

  3. Gas Nitrogen lebih ringan dari angin biasa. Dari pengukuran yang dilakukan, gas Nitrogen memiliki berat yang lebih ringan daripada angin biasa sehingga secara tidak langsung dapat mengoptimalkan kinerja ban kendaraan, terutama pada kendaraan yang biasa digunakan untuk menempuh jarak jauh.
  4. Lebih hemat. Dari keunggulan yang dimiliki oleh gas Nitrogen diatas, secara tidak langsung membuat kinerja ban menjadi optimal, daya cengkeram ban terhadap aspal maksimal, serta fleksibilitas ban pun menjadi terjaga, hal ini membuat usia pakai ban menjadi lebih panjang dibandingkan menggunakan angin biasa. Jadi meskipun tarif pengisian Nitrogen lebih mahal, manfaat jangka panjangnya justru sangat hemat dan menguntungkan.

Kendala pada penggunaan gas Nitrogen yaitu dari ketersediaan tempat pengisiannya, depo pengisian Nitrogen masih belum terdapat pada semua SPBU. Hal ini menyulitkan kita jika sewaktu-waktu kita perlu menambah kapasitas Nitrogen di ban. Mencampur Nitrogen dengan angin biasa tidak direkomendasikan karena bisa mengakibatkan timbulnya titik air di bagian dalam ban.

Namun apabila dalam keadaan dimana anda tidak menemukan depo pengisian Nitrogen, Anda dapat menggunakan angin biasa pada ban kendaraan, dengan syarat ban harus dikuras ulang, dan diisi dengan Nitrogen baru secara penuh.

Demikian tips info seputar penggunaan ban dengan gas Nitrogen pada ban kendaraan, semoga menambah wawasan anda.

Dapatkan produk penunjang berkualitas untuk roda kendaraan Anda hanya di AJBS Home Centre.

Return to top
Jenis-jenis Kunci Perkakas

Kunci perkakas merupakan alat yang banyak kita gunakan dalam kegiatan sehari-hari. Penggunaan kunci perkakas banyak digunakan untuk berbagai hal, baik untuk mengerjakan rumah, memasang keran air, memasang pigura pada dinding, hingga untuk pekerjaan yang bersifat teknis, dimana biasa dilakukan oleh mekanik, teknisi, dsb.

Kunci perkakas memiliki jenis-jenis yang beragam yang digunakan sesuai dengan fungsi dan aplikasi masing-masing produk. Berikut akan kita bahas jenis-jenis kunci perkakas yang umum kita gunakan untuk kebutuhan teknis.

  1. Wrench.


    Wrench
    , atau biasa disebut dengan kunci perkakas. Produk ini merupakan alat yang paling banyak kita gunakan dalam kebutuhan pekerjaan teknis, seperti untuk instalasi mur-baut.Pada produk wrench, jenis-jenis secara umum yang biasa kita gunakan adalah kunci pas (Open end wrench), kunci ring (box end wrench), dan kunci ringpas (combination wrench).

    Perbedaan pada 3 jenis kunci tersebut adalah pada kegunaannya dalam instalasi mur-baut, dimana:
    - Kunci pas; digunakan untuk pemasangan mur-baut yang tidak terlalu membutuhkan kekencangan yang besar dalam penggunaannya. Kelebihan dari penggunaan kunci pas terdapat pada kecepatan dalam instalasi mur-baut.
    - Kunci ring; digunakan untuk instalasi mur-baut yang membutuhkan kekencangan maksimal.
    - Kunci ringpas merupakan kombinasi dari kedua-duanya, yaitu kunci ring, dan kunci pas. Fungsi dari kunci pas ini dapat digunakan untuk instalasi total dari mur-baut.

  1. Screwdrivers.
    Biasa disebut dengan obeng. Pada jenis-jenis produk screwdrivers,

    bentuk mata obeng yang umum kita gunakan adalah tipe “Phillips” ( + ), “Slotted” ( - ), & "Torx". ( * ), dengan ukuran yang beragam.

    Pada pengembangannya, diciptakan jenis obeng lain yang disebut Impact screwdrivers, atau biasa disebut dengan “obeng ketok”. Penggunaan jenis obeng ini, hanya untuk instalasi baut dengan kekencangan ekstra.


  2. Socks.

Screenshot-2
Kunci sock merupakan perkakas yang juga paling banyak digunakan dalam instalasi mur baut. pada proses pemasangan tersebut, penggunaan kunci shock bertujuan agar tidak membuat mur-baut mengalami kerusakan ("slek"), serta terhindar dari resiko kecelakaan kerja akibat instalasi mur-baut.

Jenis-jenis standar pada produk kunci sock yaitu 6 titik (6 Point), dan 12 titik (12 point), dengan satuan ukuran milimeter dan inchi pada pilihan spesifikasinya.

  1. Pliers.

    Fungsi produk tang / pliers secara umum adalah untuk menjepit benda kerja. Pada pengembangannya, jenis-jenis tang diciptakan dengan berbagai model, seperti tang buaya, tang potong, tang lancip, tang snapring dan masih banyak lagi.

    Tujuan dari pengembangan jenis tersebut tentunya untuk menciptakan fungsi baru, dengan tujuan untuk memudahkan pekerjaan manusia, dengan menyesuaikan kebutuhan tentunya. Contoh pada jenis tang buaya, yang berfungsi untuk menjepit secara kuat dengan semi permanen pada penggunaannya, dan tang snapring yang berfungsi untuk instalasi snapring.


  2. Hammers.

    Hammers
    , atau biasa disebut dengan palu. Merupakan perkakas yang digunakan untuk kebutuhan berbagai pekerjaan yang membutuhkan gaya pukul dalam penggunaannya. Hammer atau palu diciptakan dengan berbagai jenis, menyesuaikan dengan fungsi penggunaan dari perkakas tersebut.

Demikian jenis-jenis produk kunci perkakas yang biasa kita gunakan dalam kebutuhan sehari-hari untuk pekerjaan teknis, semoga dapat menambah wawasan Anda!

Dapatkan produk alat perkakas yang lengkap dan berkualitas hanya di AJBS Home Centre.

 

Return to top
Klasifikasi Api (Dalam Istilah Jenis-Jenis Kebakaran)

Dalam artikel tentang APAR disebutkan jenis-jenis bahan pemadam yang terkandung di dalamnya. Di artikel berikut ini kita akan mempelajari tentang klasifikasi api dalam kebakaran. Dengan demikian kita bisa menentukan jenis APAR mana yang sebaiknya kita gunakan.

Api adalah reaksi kimia berantai yang melibatkan proses oksidasi (kebakaran) yang sangat cepat. Diperlukan tiga elemen untuk memicu api, yaitu ; adanya bahan bakar, oksigen (O2),dan panas. Reaksi berantai api akan terjadi bila ketiga elemen ini hadir dalam kondisi & proporsi yang tepat.

Untuk mencegah atau memadamkan kebakaran, cukup dengan memutus salah satu mata rantai reaksi api (ELIDE FIRE) dengan menggunakan APAR. Cara ini menciptakan penghalang antara oksigen dan sumber bahan bakar.

Serbuk kimia kering (Dry chemical) adalah bahan pemadam yang paling fleksibel dan banyak diaplikasikan untuk memadamkan kelas api A, B, dan C yang merupakan 98% klasifikasi kebakaran yang timbul pada umumnya.

KLASIFIKASI API DALAM KEBAKARAN

  1. API KEBAKARAN KELAS “A”


    Api kelas “A” - "API BIASA" adalah jenis yang paling umum pada kasus kebakaran. Api ini terjadi akibat dari benda padat yang terbakar, misalnya kayu, kain, karet, plastik dsb.Pada saat dalam kondisi terbakar, bahan jenis klasifikasi “A” ini akan terus bereaksi mengalami pembakaran dan akan terus menyala selama tiga komponen dari fire triangle (panas, bahan bakar, oksigen) tersedia. Untuk memadamkan api jenis ini dapat menggunakan APAR dengan bahan dry chemicals atau CO2.

  2.  API KEBAKARAN KELAS “B”


    Klasifikasi kebakaran kelas “B” disebabkan oleh zat cair yang bersifat mudah terbakar atau bahan bakar gas. Api jenis ini juga mengikuti pola fire triangle (adanya panas, bahan bakar, oksigen). Penggunaan APAR yang mengandung bahan dasar air tidak diperbolehkan untuk memadamkan api jenis ini, karena dapat menyebarkan bahan bakar sehingga api secara otomatis juga akan ikut menyebar dan membakar ke area lain.Cara yang paling efektif untuk memadamkan kebakaran jenis “B” ini adalah dengan menggunakan APAR yang tidak menggunakan air sebagai bahan pemadamnya, yaitu APAR dengan bahan dry chemicals.

  3.  API KEBAKARAN KELAS “C”

    Api kelas “C” - yaitu api yang disebabkan oleh kebakaran akibat terjadinya korsleting listrik. Pada kasus ini jaringan listrik yang mengalami korsleting memercikkan bunga api yang menyulut benda-benda disekitarnya sehingga menyebabkan terjadinya kebakaran.

    Hubungan arus pendek (korsleting) dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, seperti penggunaan beban listrik yang berlebih, penggunaan kabel listrik yang tidak sesuai spek, dan akibat dari peralatan elektronik yang mengalami korsleting.

    Kebakaran kelas “C” ini bisa menjadi sangat berbahaya pada proses pemadamannya, karena harus menggunakan APAR / bahan pemadam api yang sesuai. Apabila proses pemadaman menggunakan air atau bahan pemadam yang bersifat konduktor, maka dapat menyebabkan arus listrik mengalir melalui air ke tubuh pemadam kebakaran, kemudian ke bumi.

    Pada kasus kebakaran yang termasuk dalam kategori kelas “C” ini telah telah menyebabkan banyak kematian, banyak petugas pemadam kebakaran / pengguna APAR yang tidak menyadari penyebab terjadinya kebakaran tersebut, sehingga tersengat arus listrik. Pada klasifikasi api jenis ini pemadaman dilakukan dengan menggunakan bahan Karbon dioksida (CO2), Dry chemicals, atau HCFC.

    Jika dalam kondisi darurat, baking soda juga dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran semacam jenis “C” ini.

  4.  API KEBAKARAN KELAS “D”


    Api kelas “D” - yaitu api yang disebabkan oleh kebakaran akibat benda logam yang meleleh/terbakar. Pada kasus kebakaran ini membutuhkan pemadam kebakaran kelas berat yang hanya bisa disediakan oleh pasukan pemadam kebakaran. Hal ini karena klasifikasi api “D” merupakan kelas kebakaran dengan kemampuan membakar yang kuat, serta membutuhkan zat pemadaman yang kuat pula.

  5. API KEBAKARAN KELAS “K”

    Api kelas “K” - yaitu api yang disebabkan oleh kebakaran dari pekerjaan dapur. Pada kasus ini, pemanasan yang berlebih/akibat dari keteledoran manusia menyebabkan terbakarnya minyak dan bahan masakan lain yangmengandung minyak, sehingga dapat beresiko menjalar pada perabot di area dapur.

    Pada klasifikasi kelas "K" ini berbeda dengan kelas "B", dikarenakan kemampuan bakar lebih rendah dari kelas "B", namun masih berpotensi menyebabkan terjadinya kebakaran. Gunakan APAR berbahan dry chemicals untuk kebakaran kelas ini.

Dengan mengenal jenis-jenis api kebakaran ini, semoga bisa menjadi panduan bagi Anda sebelum menentukan APAR yang sesuai. Pilihlah APAR dengan benar, agar aman pada saat melakukan proses pemadaman api

Dapatkan produk APAR hanya di AJBS Home Centre.

AJBS Home Centre bisa Anda temukan di Kota Surabaya, Semarang, Gresik, dan Sidoarjo.

Return to top
Alat pemadam api ringan (APAR)


Anda pasti tahu dengan gambar diatas bukan? Produk diatas merupakan Alat Pemadam Api Ringan atau biasa disebut dengan APAR, atau mungkin dalam istilah sehari-hari kita biasa menyebutnya dengan nama tabung pemadam.

APAR sendiri umumnya berupa tabung yang diisi dengan bahan kimia khusus yang tertera pada stiker tabung. Zat ini memiliki sifat dapat memadamkan api dengan mudah, dengan catatan menggunakan APAR yang sesuai dengan klasifikasinya. Yaitu sesuai dengan kelas / tingkatan kebakaran yang dimaksud.

Mari kita uraikan jenis-jenis bahan pemadam pada APAR.

Jenis-jenis bahan pemadam pada APAR. 

  1. Dry chemical.
    Dry chemical merupakan bahan yang paling banyak digunakan untuk APAR, kemampuan Dry chemical dalam menutup zona kebakaran yang baik, membuat bahan ini mampu digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas A, B & C.Dry chemical sendiri merupakan perpaduan dari bahan fosfat mono-amonium dan ammonium sulphate. Karakteristik gabungan dari kedua bahan ini yaitu sifat yang sangat kering dengan titik didih yang tinggi sehingga dapat mengganggu reaksi kimia pada zona kebakaran. Dengan demikian mampu mengurangi masuknya oksigen yang dapat membuat api kebakaran menjadi besar.
  1. Carbon dioxide (Co2).
    Biasa disebut dengan karbon dioksida, yang merupakan senyawa kimia yang terbentuk dari kegiatan alamiah dan kegiatan manusia. Karbon dioksida memiliki kemampuan untuk dapat memadamkan api kelas B & C.Keunggulan lain dari APAR dengan bahan Carbon dioxide (Co2) adalahCocok untuk digunakan pada kebakaran yang berada di area dalam ruangan (indoor), karena sifat bahan dari bahan karbon dioksida mampu menyerap panas dan mendinginkan serta tidak menimbulkan residu dari hasil pemadaman.
  1. Foam AFFF (Aqueous Film Forming Foam).
    Bahan pada APAR jenis Foam AFFF ini merupakan kombinasi dari bahan air dan hidrokarbon sehingga menghasilkan fungsi untuk melawan zat yang bersifat sebagai pemicu terhadap kebakaran seperti alkohol, bensin, dsb. APAR dengan bahan Foam AFFF bekerja dengan cara memberikan lapisan selimut terhadap zat yang bereaksi menyebabkan kebakaran, dan melarutkan / mengurangi sifat mudah terbakar dari zat tersebutAPAR yang menggunakan bahan Foam AFFF, cocok digunakan untuk memadamkan api kelas B namun tidak cocok digunakan pada api kelas C, karena dapat menyebabkan pengguna tersengat arus lisrik.
  1. Client Agent (Gas pengganti Hallon) / HFC 141B.
    HCFC-141b (hydrochlorofluorocarbon) Merupakan perpaduan dari senyawa dari 1,1-dichloro-1-fluoroethane dan Chemical Abstracts. Pada pengembangan APAR, senyawa HCFC mulai banyak digunakan sebagai bahan untuk memadamkan api karena memiliki banyak kelebihan, diantaranya :
    - Tidak meninggalkan residu (kotoran dari sisa penggunaan produk).
    - Tidak bersifat konduktor (mampu menghantarkan arus listrik), sehingga
    menyebabkan pengguna tersengat arus listrik saat melakukan pemadaman.
    - Dapat digunakan untuk memadamkan api kelas A, B, dan C.

Demikian penjelasan mengenai jenis-jenis APAR berdasarkan bahan pemadamnya, pilihlah APAR sesuai dengan penggunaannya agar menghasilkan kinerja pemadaman yang maksimal.

Di artikel selanjutnya kita akan mempelajari tentang jenis-jenis dari klasifikasi kebakaran/api.

Dapatkan produk APAR hanya di AJBS Home Centre.

AJBS Home Centre bisa Anda kunjungi di Kota Surabaya, Semarang, Gresik, dan Sidoarjo.

Return to top
Pompa Air Untuk Rumah Tangga

Pompa air merupakan alat yang umum dijumpai di rumah-rumah, hal ini disebabkan karena kebutuhan air yang stabil menjadi prioritas dalam menunjang kegiatan setiap orang. Faktor lain yang mempengaruhi penggunaan pompa air dalam rumah tangga adalah karena banyaknya penggunaan alat-alat yang membutuhkan aliran air yang stabil seperti mesin cuci, water heater, dan tandon air, serta penyebab lain yaitu dari aliran air PDAM yang kecil, tidak stabil, dan kotor, menyebabkan penggunaan pompa air menjadi banyak digunakan dalam rumah tangga.

Dari sekian banyak jenis-jenis pompa air yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, pompa air sumur dangkal adalah produk yang banyak dipilih. Jenis Pompa air ini dipilih karena memiliki karakteristik yang sesuai untuk menghisap air sumur dan PDAM, selain itu juga memiliki spesifikasi rata-rata pada daya hisapnya yang berkisar 9 meter, dan daya pancar (dorong) yang berkisar antara 9 hingga 15 meter (tergantung tipe produk yang digunakan).

Namun Perlu diketahui sebelum Anda menentukan pompa air mana yang akan dipilih, produk pompa air untuk sumur dangkal memiliki 2 model yaitu :

  1. Pompa air model Asia.
  2. Pompa air model Eropa.

 

Seperti apakah karakteristik dan perbedaan dari kedua model pompa air tersebut, simak penjelasan pada artikel dibawah berikut.

1. Pompa air model Asia.

Pompa air model Asia memiliki desain dengan bentuk terbuka, dimana unit mesin / motor pada pompa air dapat dilihat langsung. Pompa air model ini, terdiri dari 2 tipe, yaitu tipe tanpa otomatis dan tipe dengan otomatis.

Perbedaan pada kedua tipe tersebut adalah dari adanya unit tabung dan pressure switch yang hanya terdapat pada tipe otomatis, sedangkan pada tipe non otomatis, tidak dilengkapi dengan tabung, joint, dan pressure switch.

Tetapi apabila pengguna pompa air model ini sebelumnya membeli tipe non otomatis dan ingin menambahkan fitur otomatis, dapat langsung menambahkan aksesoris agar fitur pompa dapat menjadi otomatis.

Aplikasi penggunaan pompa air model Asia ini banyak digunakan untuk pengisian tandon air, pengisian bak mandi, sistem penyiram tanaman, sistem filter air pada kolam, dsb.

2. Pompa air model Eropa.


Berbeda dengan pompa air model Asia, pada model Eropa ini selalu dilengkapi dengan tabung yang disatukan secara permanen pada bagian unit mesin, selain itu juga dilengkapi dengan penutup pada unit mesin tersebut.

Pada pompa air jenis Eropa, pada semua tipe menerapkan sistem otmatis, sehingga semua unit dilengkapi dengan pressure switch. Kelebihan utama yang dimiliki pada pompa air model Eropa adalah ukuran tabung pompa air yang cukup besar, sehingga mampu menampung air dengan jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan model Asia.

Kelebihan dari ukuran tabung yang besar ini, menjadikan pompa air model Eropa cocok digunakan secara continue (Pompa akan bekerja, saat kran air dibuka) pada sistem saluran pipa air rumah. Selain tanpa harus membeli profil tank, kelebihan dari menggunakan pompa air model Eropa ini adalah tekanan air yang keluar melalui kran menjadi stabil dengan tekanan yang tinggi, hal itu berbeda dengan rumah yang menggunakan tandor air sebagai sumber pengairannya.

Demikian jenis-jenis model pompa air sumur dangkal yang banyak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, pilihlah model pompa air yang sesuai agar daya tahan pompa air yang Anda gunakan menjadi maksimal dan awet.

Dapatkan produk pompa air berkualitas hanya di AJBS Home Centre.

AJBS Home Centre merupakan pusat pennjualan produk pompa air berkualitas dari merek-merek ternama.

Return to top
Beragam Manfaat Menggunakan Lampu LED
Teknologi lampu terus berkembang sejak Thomas Alva Edison menemukan lampu pijar dengan filamen dari bahan dasar bambu yang mampu bertahan hingga 1200 jam. Bertahun-tahun setelahnya manusia terus berusaha mencari sumber penerangan yang memberikan pencahayaan terang namun hemat energi.

Yang sekarang marak di pasaran adalah penggunaan LED sebagai sumber penerangan. LED sendiri merupakan teknologi terbaru yang digunakan pada produk lampu, dengan mengambil basis dari light emitting diode (LED) yang dikembangkan hingga menghasilkan pancaran cahaya yang terang dengan konsumsi daya yang sangat rendah. Kedepannya, teknologi pada lampu akan mengadopsi teknologi LED.

Penggunaan lampu LED telah banyak menggantikan fungsi dari seluruh lampu yang biasa kita gunakan, baik dari lampu pijar, lampu fluorescent, lampu halogen, maupun lampu mercury. Bahkan di beberapa negara, penggunaan lampu pijar telah dibatasi, bahkan dilarang seperti di Kolombia, Brasil, Argentina, Kuba, Meksiko, dan Australia.

Lampu LED memang lebih mahal daripada lampu fluorescent yang biasanya kita gunakan sebagai sarana penerangan di rumah. Namun lampu LED mempunyai beberapa keunggulan. Disini kita akan membahas keunggulan lampu LED dibandingkan jenis lampu yang lain.

Lima Keunggulan Lampu LED

1. Cahaya lebih terang.
Lampu LED mampu menghasilkan cahaya yang lebih terang dibanding lampu lainnya. Dalam 1 watt lampu LED, mampu menghasilkan lumen / intensitas cahaya hingga 84 lumens/watt. Berbeda jauh dengan lampu fluorescent yang menghasilkan 55.4 lumens/watt-nya, dan lampu pijar yang menghasilkan 14.3 lumens/watt.

2. Konsumsi daya rendah.

Dengan cahaya yang dihasilkan lebih terang dalam 1 watt-nya, membuat kebutuhan daya pada penggunaan lampu LED lebih kecil. Contoh paling sederhana dirumah, misal area ruang tamu menggunakan lampu fluorescent / TL dengan daya 36 watt, dengan menggunakan LED, cukup dengan 25 Watt (secara teknis perhitungan = 23 watt). Namun pada aplikasinya anda dapat menggunakan LED 10 watt, karena keunggulan pada bodi lampu - penyebaran cahaya lebih terang dan luas. Jadi, dengan menggunakan lampu LED pada area ruang tamu maka anda menghemat 26 watt dari pemakaian lampu biasanya.

3. Daya tahan / usia LED lebih lama
Lampu LED memiliki daya tahan hingga 11 tahun, dengan pemakaian rata-rata per-hari 6 jam, hal ini jauh lebih awet dari lampu fluorescent yang memiliki daya tahan 4 tahun, dan lampu pijar yang memiliki daya tahan setengah tahun dengan waktu pemakaian yang sama.Perbandingan pada tingkat keawetan antara penggunaan LED dengan lampu jenis fluorescent adalah tiga kali lipat*. Menakjubkan bukan?

4. Aman (tidak pecah & tidak menimbulkan kebakaran / gas)

Lampu LED memiliki keamanan karena pada bodi terbuat dari bahan plastik berjenis acrylic yang tidak mudah pecah walaupun terjatuh, serta tidak mengandung gas, baik halogen atau tungsten yang biasa digunakan pada lampu pijar dan fluorescent, sehingga menghindarkan dari resiko terjadinya kebakaran dan keracunan akibat lampu yang pecah / rusak.

5. Hemat.

Dengan konsumsi daya yang rendah dan usia yang tahan lama, tentu saja Anda telah berhemat sejak mengganti lampu dengan LED. Memang harga lampu LED lebih mahal dibandingkan lampu pijar atau lampu fluorescent. Tetapi untuk jangka panjang, menggunakan lampu LED lebih hemat. Tagihan listrik berkurang, dan Anda pun tidak perlu terlalu sering mengganti lampu penerangan.

Sebagai perbandingan, 1 lampu LED usianya sama dengan 3 lampu fluorescent, atau 24 kali lampu pijar.

Selain itu keuntungan dengan menggunakan lampu LED adalah bagus untuk mata, karena cahaya yang dihasilkan oleh lampu LED bernuansa alami dan terang.
Demikian sedikit informasi yang menunjukkan kepada Anda bahwa mengapa harus mengganti lampu penerangan di rumah dengan lampu LED. Mungkin Anda bisa memulai menyisihkan anggaran untuk membeli lampu LED dari sekarang. Sehingga jika salah satu lampu penerangan di rumah Anda mati, Anda tidak ragu lagi untuk menggantinya dengan lampu LED.

Dapatkan lampu Philips LED berkualitas hanya di AJBS Home Centre.
AJBS Home Centre bisa Anda kunjungi di Kota Surabaya, Semarang, Gresik, dan Sidoarjo.

Return to top
Memilih Pompa Air Untuk Tandon

Tandon air pada saat ini sudah banyak digunakan pada setiap rumah, baik ditempatkan di dalam tanah (ditanam), maupun pada dek atas rumah.

Di Indonesia, penggunaan tandon air banyak ditempatkan pada bagian atas rumah (dek lantai atas) dengan mengambil dari sumber mata air tanah (air sumur) yang dialirkan ke tandon dengan pompa air, kemudian dari tandon baru dialirkan ke rumah melalui saluran pipa air. Cara ini dilakukan untuk menghemat pemakaian daya listrik dan memperpanjang usia pompa.

Dengan menerapkan sistem diatas, pemilihan jenis pompa air harus melalui pertimbangan yang tepat. Hal ini dilakukan agar air dapat dialirkan dengan maksimal tanpa mempengaruhi kinerja / kemampuan pompa air.

Hal utama yang harus diperhatikan dari penerapan sistem tandon atas adalah :

  1. Jarak kedalaman antara sumber air dengan pompa air.
  2. Jarak ketinggian antara pompa air dengan tandon air.

Berdasarkan kebutuhan penggunaan pompa air untuk posisi tandon atas, maka pompa air yang cocok untuk digunakan adalah jenis pompa air semi jet, dan pompa air jet / pompa air sumur dalam.


Pompa air semi jet
memiliki daya hisap (poin 1 diatas) lebih dari 9 s/d 13 meter, dan daya pancar lebih dari 9 s/d 15 meter, sedangkan khusus pada pompa air jet / pompa sumur dalam, daya hisap pompa berkisar antara 15 – 50 meter dan daya pancar pompa 20 s/d 50 meter (menyesuaikan dengan jenis / tipe pompa jet tersebut).

https://4.bp.blogspot.com/-j9iawwxMS8I/VhTRnidaTFI/AAAAAAAAAC8/h6ObUa-cULs/s320/Untitled2.jpg

Berdasarkan perbandingan dari 2 jenis pompa air diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk kebutuhan tandon atas perlu diperhatikan dengan pasti jarak antara pompa dengan tandon.

Pemilihan jenis pompa air, dapat dipertimbangkan dengan catatan :

  • Apabila jarak antara pompa air dengan tandon berkisar 9 s/d 15 meter, dapat menggunakan pompa air jenis semi jet pump.
  • Apabila jarak antara pompa air dengan tandon berkisar 15 – 30 meter, dapat menggunakan pompa air jenis jet pump.
  • Jika kedalaman air sumur / jarak antara permukaan air sumur dengan pompa air berkisar 20 meter, maka wajib menggunakan pompa air jenis jet pump.

Jangan memaksa menggunakan pompa air sumur dangkal untuk mengalirkan air ke tandon dengan ketinggian di atas 9 meter. Selain menyebabkan pengisian tandon menjadi lebih lama (yang berarti boros waktu), hal ini juga menyebabkan pompa menjadi cepat rusak karena dipaksa bekerja dengan kapasitas yang tidak sesuai (boros listrik dan biaya). Tentunya Anda tidak mau aktivitas sehari-hari Anda terhambat karena tidak ada air bukan?

Demikian tips memilih pompa air untuk tandon atas, pilihlah pompa air yang tepat agar daya tahan pompa air menjadi maksimal.

Dapatkan segala jenis pompa air hanya di AJBS Home Centre,
AJBS Home Centre bisa Anda kunjungi di Kota Surabaya, Semarang, Gresik, dan Sidoarjo.

Return to top